PEMANFAATAN RESIDU PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK DAN PENAMBAHAN PUPUK UREA TERHADAP HASIL JAGUNG PADA LAHAN SAWAH BEKAS GALIAN C

PEMANFAATAN RESIDU PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK DAN PENAMBAHAN PUPUK
UREA TERHADAP HASIL JAGUNG PADA LAHAN SAWAH BEKAS GALIAN C

[H0219041] [HASNA' SYIFA ARROHMAH] MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU TANAH ilmutanah.fp.uns.ac.id FAKULTAS PERTANIAN fp.uns.ac.id

uns.ac.id 
uns.ac.id
uns.ac.id
uns.ac.id
uns.ac.id    

A. Latar Belakang
Faktanya kegiatan penggalian lahan-lahan sawah untuk galian C sering mengakibatkan gangguan yang berat paa lahan. Beberapa peneliti melaporkan, pada lahan bekas galian tekstur tanah klei berlumpur maka permeabilitasnya sangat lambat sehingga sering tergenang serta memiliki kandungan hara seperti N,P dan K sangat rendah serta aktivitas biologi tanahpun sangat rendah. Seharusnya para petani dapat mengolah lahan bekas galian C dengan penggunaan pupuk organik karena pupuk organik merupakan bahan pembenah tanah yang paling baik dan alami. Selain pemberian pupuk organik, pemberian pupuk urea sebagai sumber hara N merupakan usaha yang banyak dilakukan dalam meningkatkan peroduktivitas tanaman. Pupuk urea sebagai sumber hara N dapat memperbaiki pertumbuhan vegetatif tanaman, berwarna lebih hijau dan pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan hasil tanaman. Hasil penelitian mengenai pemberian pupuk organik di lahan sawah menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik dengan dosis 5,0 t/ha tidak menunjukkan perbedaan yang nyata terhadap pertumbuhan, komponen hasil dan hasil padi.

B.Tujuan Artikel Ilmiah
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk organik residu dan penambahan pupuk urea dalam meningkatkan kesuburan tanah dalam penggalian C tanah padi dan hasil jagung (Zea mays, L). 

C. Pembahasan
Penelitian dilaksanakan di Desa SUkosari, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar. Lokasi penelitian merupakan lahan sawah milik petani yang telah beralih fungsi untuk penggalian tanah galian C. Jenis tanah lokasi penelitian, berdasar dari sumber peta jenis tanah Kabupaten Karanganyar adalah Alfisol atau Latosol coklat. Pengamatan terhadap sifat kima tanah (sifat yang dipakai sebagai penentu kesuburan tanah) meliputi: pH, kadar bahan organik (C-Organik), kejenuhan basa (KB), kapasitas tukar kation (KTK) dan N-total tanah sedang parameter tanaman yang diamati adalah komponen pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Diketahui tingkat kesuburan tanah Jumantono, Karanganyar rendah yang dicirikan dengan pH tanah masam (5,48), kadar bahan organik sangat rendah (1,01%),N-total sangat rendah (0,09%), KTK rendah (15,52 me%), KB rendah (21,0%). Khususnya kadar N sangat rendah (0,09%) perlu dilakukan penambahan pupuk urea sebagai sumber N. Komponen pertumbuhan tanaman jagung yang meningkat sangat mungkin berkaitan dengan keberadaan unsur hara N dalam tanah. Meningkatnya ketersediaan terutama unsur hara N dalam tanah dari residu penambahan pupuk organik dan anorganik serta penambahan pupuk urea akan merangsang pertumbuhan vegetatif tanaman jagung seperti pada tinggi tanaman, berat segar brangkasan tanaman menjadi lebih baik. Unsur hara N dapat memperbaiki pertumbuhan vegetatif tanaman, dimana tanaman yang tumbuh pada tanah yang cukup N, pertumbuhannya akan lebih baik dan berwarna lebih hijau. Peran unsur N dalam pertumbuhan tanaman dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan organ-organ seperti daun yang berkaitan erat dengan fotosintesis. Unsur hara yang diserap tanaman selain unsur hara N adalah unsur hara P dimanfaatkan untuk fungsi sel, mengingat fungsi unsur P berperan dalam menyusun makromolekuk sel maupun unit-unit penyusunnya seperti asam nukleat,asam amino, protein, ensim dan energi kima (ATP) dan dampaknya akan meningkatkan pertumbuhan tanaman. Peningkatan tinggi tanaman berat segar dan berat kering brangkasan tanaman, dipastikan sangat berhubungan dengan kadungan hara dan meningkatnya serapan hara dari residu pada perlakuan imbangan pupuk organik dan pupuk anorganik yang dicobakan, terutama kandungan N, serta penambahan pupuk urea yang diberikan. Hasil analisis tanah terhadap kandungan N total pada akhir penelitian setelah dilakukan penambahan pupuk urea, ternyata meningkat dari analisa N total residu perlakuan sebelumnya sebagai N total awal (0,09%).

D. Kesimpulan
Penambahan pupuk urea pada residu perlakuan pupuk kandang dan pupuk anorganik menunjukkan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman, berat segar brangkasan, berat kering brangkasan, berat tongkol, dan berat lingkar tongkol dibanding kontrol.

Sumber: https://jurnal.fp.uns.ac.id/index.php/tanah/article/view/228

Komentar